Teori Migrasi Proto/Deutro Melayu Menurut Wangsakerta dan Sejarawan Masa Kini



Oleh: Ary Pratama Whisnu

Menurut Wangsakerta bahwa manusia penghuni Nusantara terutama di paparan sunda berasal dari india yang kemudian bermigrasi melalui semenanjung melayu dan akhirnya sampai ke indonesia. Hal ini dapat dilihat dari catatan silsilah Aki Tirem(Pemukim awal di Tanah Sunda).

Berikut Silsilah Aki Tirem Menurut Wangsakerta:
"Aki Tirem adalah putera Ki Srengga, Ki Srengga Putera Nyai Sariti Warawiri, Nyai Sariti Warawiri puteri Sang Aki Bajulpakel, Aki Bajulpakel putera Aki Dungkul dari Swarnabhumi(Sumtera) bagian selatan kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah Barat, Aki Dungkul putera Ki Pawang Sawer, Ki Pawang Sawer Putera Datuk Pawang Marga, Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang yang berdiam di swarnabhumi sebelah utara, Ki Bagang putera Datuk Waling yang berdiam di Pulau Hujung Mendini, Datuk Waling putera Datuk Banda, ia berdiam di dukuh tepi sungai, Datuk Banda putera Nesan, yang berasal dari Langkasungka(Tanah Melayu antara Senggora (Songkhla) dan Kelantan). Sedangkan Nenek moyangnya berasal dari negeri Yawana(Kerajaan di india barat) sebelah barat. 
Dari silsilah ini dapat disimpulkan sebuah pola migrasi yang dilakukan oleh nenek moyang Aki Tirem. Silsilah di atas dengan jelas menunjukkan nama tempat yang masih bisa dikenali hingga saat ini. 
Jika dipelajari lebih jauh lagi, naskah Wangsakerta yang ditulis pada tahun 1677 M menceritakan, bahwa pendatang dari Yawana dan Syangka yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba tengahan (Janma Purwwamadhya) tiba kira-kira tahun 1.600 sebelum Saka. 
Kaum pendatang yang tiba di Pulau Jawa kira-kira antara 300 sampai dengan 100 tahun sebelum Saka. Mereka telah memiliki ilmu yang tinggi (Widyanipuna) dan telah melakukan perdagangan serbaneka barang. Para pendatang ini menyebar ke pulau-pulau Nusantara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Orang Kampar Banyak di Perak dan Pahang?

Warni Warni Melayu