Postingan

Kenapa Orang Kampar Banyak di Perak dan Pahang?

Di Pahang Menurut Tome Pires (Armando Cortesao, 1944: 253) Sultan Mahmud Shah mempunyai isteri tiga orang, Pertama, Puteri Raja Pahang yang mempunyai seorang putera bernama Raja Ahmad. Seorang lagi adalah puteri yang dikahwinkan dengan Raja Abdullah (Raja Kampar).  Kedua, puteri Onang Kening (putera Raja Kelantan) yang mempunyai putera diberi nama Raja Muzaffar, dan beberapa orang puteri.  Ketiga Dengan Tun Fatimah, Baginda mempunyai seorang putera bernama Raja Ali.  Raja Ali kemudian diberi gelar Sultan Muda dan setelah mangkatnya Sultan Mahmud di Kampar, beliau dinobatkan menjadi Raja Kampar. Tetapi kemudian beliau berangkat ke Pahang dan pindah ke Pekan Tua, Johor menjadi Sultan Johor dengan gelaran Sultan Alauddin Riayat Shah. (Tun Seri Lanang, Sulalat al-Salatin, Muhammad Haji Saleh (ed), 1997: 251-256, 259).  Di Perak Dari Kampar putera Baginda, Raja Muzafar berangkat menuju negeri Perak untuk membangun Kerajaan Perak. Persoalannya adalah apaka...

Kapal Melayu Abad 16 dan 17 "Lanchara De Malayos"

Gambar
Setelah membahas mengenai senjata meski belum di beri nama ada baiknya kita mengenalkan jenis kenderaan terhebat abad 16 dan 17 yang merupakan era pertikaian bangsa Melayu keturunan yafits yang sudah sustain dengan pemerintahannya melawan bangsa eropa keturunan sam. Abad itu merupakan awal bangsa eropa dengan taktik baru "divide in rule" / devide et impera. Karena untuk sementra senjata hampir berimbang.  Taktik ini kemudian perlahan-lahan mulai menapak satu demi satu wilayah nusantara karena pertikaiannya. Ditambah lagi bangsa eropa punya tentara juga direkrut sebagian besar menjadi tentaranya ditambah para barisan pro bangsa eropa dengan bujuk rayu menukar kekuasaan.  Di era perang Sejak kejatuhan malaka, serangan pati unus, serangan fatahillah ke sunda kelapa, serangan aceh ke portugis, perang sultan Baabullah, hingga perang Makassar, perang sultan ageng semuanya menggunakan kapal. Gambaran mengenai kapal perang jaman itu penulis belum bisa melihat gambar dengan deta...

Mengenal senjata keraajan Siak yang ada di istana

Gambar
Dalam naskah kuno atau manuskrip tertulis nama-nama senjata yang namanya sangat asing bagi anak-anak kita di zaman ini, bahkan termasuk orang tuanya di zaman milenial ini.  Setelah ada film laga thailand  "quen of langkasuka" ternyata senjata kita berimbang dengan senjata dari eropa, kemudian tak heran bagaimana king james dari inggris meminta izin kepada Sultan Iskandar Muda untuk berdagang di Tiku, dan lain-lain. Di istana kerajaan Siak kita masih bisa melihat senjata tersebut, namun sayang sewaktu penulis berkunjung senjata hanya terletak di situ dan belum diberi nama, alangkah sayangnya generasi saat ini hanya tau meriam, padahal berdasarkan ukuran punya banyak nama, yaitu Lela, Rentaka, Lela rentaka.  Berikut adalah gambar jenis senjata yang dipakai untuk berperang, untuk nama-nama senjata tersebut dibahas pada tulisan berikutnya,

Teori Migrasi Proto/Deutro Melayu Menurut Wangsakerta dan Sejarawan Masa Kini

Oleh: Ary Pratama Whisnu Menurut Wangsakerta bahwa manusia penghuni Nusantara terutama di paparan sunda berasal dari india yang kemudian bermigrasi melalui semenanjung melayu dan akhirnya sampai ke indonesia. Hal ini dapat dilihat dari catatan silsilah Aki Tirem(Pemukim awal di Tanah Sunda). Berikut Silsilah Aki Tirem Menurut Wangsakerta: "Aki Tirem adalah putera Ki Srengga, Ki Srengga Putera Nyai Sariti Warawiri, Nyai Sariti Warawiri puteri Sang Aki Bajulpakel, Aki Bajulpakel putera Aki Dungkul dari Swarnabhumi(Sumtera) bagian selatan kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah Barat, Aki Dungkul putera Ki Pawang Sawer, Ki Pawang Sawer Putera Datuk Pawang Marga, Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang yang berdiam di swarnabhumi sebelah utara, Ki Bagang putera Datuk Waling yang berdiam di Pulau Hujung Mendini, Datuk Waling putera Datuk Banda, ia berdiam di dukuh tepi sungai, Datuk Banda putera Nesan, yang berasal dari Langkasungka(Tanah Melayu antara Senggora (Songkhla) dan Kel...

Warni Warni Melayu

Salam Semua kepada peminat fb grup warna warni melayu riau, di sini kami berusaha menulis ulang dalam pembahasan yang dibahas digrup tersebut. Tujuannya agar kita bisa belajar bersama tentang asal muasal dari kita, orang tua kita, datuk nenek kita, buyut kita, canggah kita hingga kalau bisa sampai ke silsilah yang paling atas. Dalam hal ini di blog ini semoga kita hingga ke anak cucu cicit kita bisa belajar tentang susur galur mereka. Inilah menjadi dasar pemikiran kita, karena semakin zaman berkembang kita sulit untuk bersembang. Kita hanya dengan "usap layar, petik jari" semua sudah di depan mata. Akhirnya kami mengajak bersama kawan-kawan, sobat handai taulan turut berkontribusi demi kesempurnaan blog ini. Yakni untuk mengenal dunia melayu yang menurut Bapak Dorojatun Koentjorojakti dari Madagaskar hingga  pasifik timur pantai barat chile. #salam melayu era baru